blogkombecks
Sedang memuat...

Beberapa Upaya Pencitraan Polisi Lalu Lintas yang Sia-sia


Tak dapat dipungkiri saat ini kepercayaan masyarakat di Indonesia terhadap polisi sangat rendah. Namun, kebanyakan dari mereka menganggap bahwa semua polisi itu sama. Padahal ada banyak korps di Kepolisian Republik Indonesia.

Setiap korps mempunyai tugas masing-masing seperti Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) yang menangani masalah pidana, Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) yang bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Korps Brigade Mobil (Korbrimob), bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan khususnya yang berkenaan dengan penanganan gangguan keamanan yang berintensitas tinggi.

Biro Operasi Polri, bertugas untuk mengirimkan pasukan Brimob, Sabhara, Samapta, Satlantas, (Jihandak/Penjinak Bahan Peledak, bila diperlukan) serta sebuah tim intelijen jika ada even peristiwa-peristiwa tertentu.

Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri (Densus 88 AT), bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen, pencegahan, investigasi, penindakan, dan bantuan operasional dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tindak pidana terorisme.

Nah yang terakhir yang akan kita bahas adalah Korps Lalu Lintas (Korlantas). Korps inilah yang paling sering kontak dengan masyarakat setiap hari. Akibat ulah dari oknum anggota Korlantas, imej polisi secara keseluruhan menjadi jelek dimata masyarakat, padahal ada banyak korps lain yang sebenarnya sudah bagus.

Ada banyak upaya pencitraan yang dilakukan oleh polisi dari Korlantas ini untuk memperbaiki pandangan masyarakat. Mulai dari acara TV seperti "86" yang disiarkan Net hingga sok asik dangdutan dijalan raya terus masuk berita dengan tujuan mendekatkan diri kepada masyarakat.

Membandingkan apa yang terjadi di TV dengan kenyataan, justru membuat masyarakat menjadi semakin ketus. Tak sedikit banyak yang menganggap acara "86" di Net adalah rekayasa semata walaupun kejadiannya benar-benar ada. Diacara tampak sekali bahwa Polantas bersikap selalu benar dan sangat ramah. Amat jarang ditemui dilapangan Polantas yang ramahnya seperti diacara TV itu.

Tak jarang ada pengendara yang menawarkan uang damai, namun dengan halus ditolak, tapi itu juga hanya ada di TV. Realitanya, oknum Polantas akan dengan senang hati menerima uang itu. Bukan fitnah ya, tapi ini pengalaman penulis dan juga banyak orang lainnya yang diupload ke sosial media dan juga situs berbagi video.

Ada juga bentuk pencitraan lain yang dilakukan Polantas demi mendekatkan diri kepada masyarakat dengan bergoyang dangdut ditengah jalan. Tentu saja ini tidak akan berefek apa-apa selain menjadi bahan tertawaan pengguna jalan, lebih tepatnya ini malah akan menurunkan kewibawaan Polantas itu sendiri.

Bahkan ada yang dengan alasan lagi sosalisasi, polantas rela berpakai badut dijalan raya. Selain polantasnya kepanasan didalamnya, dikira pengguna jalan anak-anak apa? Oh ternyata benar sosialisasinya memang ditujukan kepada anak-anak, sementara yang mengendarai adalah mak-nya.
Setidaknya agar lebih berwibawa, sebaiknya dilakukan sesuai dengan tempat lah. Misalnya berpakaian badut saat sosialisasi ke TK atau sekolah-sekolah.  Bagi orang dewasa itu hanya akan dianggap sebagai lelucon. Cukup berpakaian dinas dan jangan suruh masyarakat pilih mau ditilang atau damai, langsung saja tilang sesuai aturan. Sidang atau titip sidang itu tak masalah.

Terpenting adalah Polantas harus mengubah citranya di masyarakat langsung lewat tindakan nyata, bukan dengan acara-acara tidak jelas. Oknum yang sering melanggar harus diberi sanksi tegas. Era teknologi ini apa saja kini bisa didokumentasikan. Banyak orang yang mencoba untuk merekam aksi Polantas dijalanan dan menguploadnya ke internet, itulah faktanya, fakta yang diterima banyak orang.

Korlantas harus sadar gara-gara tindakan oknum anggota mereka, citra polisi secara umum jadi buruk. Berhentilah pecintraan di TV, yang masyarakat butuhkan adalah pembuktian nyata.
Headline 8475404692228205579

Beranda item

ADS

Artikel Terbaru

ADS

Mau Hosting Gratis?
Kapasitas besar, bisa PHP, Lengkap dengan cpanel, auto installer dengan CMS Favorit?
Hosting gratis tanpa iklan !!!

Ikuti Lewat Email

Ads

Mau Hosting Gratis?
Kapasitas besar, bisa PHP, Lengkap dengan cpanel, auto installer dengan CMS Favorit?
Hosting gratis tanpa iklan !!!